Percikan Hujan.. Kerlipan Cahaya..

Archive for the ‘Bersajak ria’ Category


Padamu Allah kami berjanji

Padamu Allah kami berbakti

Padamu Allah kami mengabdi

Bagimu Allah jiwa raga kami

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. 

QS. Al-Ikhlash (112):1-4

Advertisements

Hai kamu!

Bertarunglah dengan dirimu sendiri

Sampai tidak ada keinginan diri, dan hanya keinginan Allah yang terwujud

Bertarunglah dengan dirimu sendiri

Sampai tidak ada lisan tidak bergunamu dan hanya kalam Allah yang terucap

Bertarunglah dengan dirimu sendiri

Sampai tidak ada kesungguhan diri, melainkan hanya Ridho Allah sebagai tujuan

Bertarunglah dengan dirimu sendiri, wahai prajurit yang berjuang bangkit!

Sampai tidak ada lagi engkau dalam dirimu…

Dan yang ada hanya Allah Yang Satu

Allah Yang Satu

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.  (QS.Al-Ikhlash :1-4)


-Malam senin.. dua hari menuju ujian radiologi. Teralu besar harapan dengan minim persiapan-

Terlalu banyak pertanyaan berjalan-jalan..

lalu berlari-lari dan melompat-lompat

walau terkadang datang dengan merangkak perlahan

Ia membuat pikiran menjadi semakin pekat dan merubah luang menjadi tidak sempat

Ia datang atas nama diri dan segala kerumitannya

sosial dan segala keanehannya

masa depan dan segala misterinya

akhirat dan segala harapannya

alam dan segala ketakjubannya

dan kemenangan dengan segala PRnya..

Namun di akhir cerita selalu sama.. Datang keyakinan menjawab pertanyaan..

Ada Allah Yang Maha Mengetahui yang terlihat maupun yang tersembunyi

Ada Allah.. Ada Allah.. Ada Allah..


Wahai Tuan Nona kesepian..

Di sana ada tuan yang sudah tidak kenal arti sepi

Karena sedang bersanding dengan Yang Maha Terpuji

Jangan bawa-bawa manja rayu berharap ada jiwa yang luluh mati

Atau berani-berani membawa bara api neraka ke dalam qolbu yang ingin suci

Wahai Tuan Nona kesepian..

Di sini ada nona yang sudah jera dengan jeruji hati

Tak sudi lagi membawa racun pada hati yang harusnya hanya ada Illahi Robbi

Jangan menawarkan perhatian semu dengan embel-embel surgawi

Lantas menggeret jiwa dalam dosa, menerjuni jurang neraka tiada bertepi

Wahai Tuan Nona kesepan..

Tidak usah gundah gelisah dan merana

Ada kasih sayang melimpah dari Tuhan Yang Esa

Dalam balutan petunjuk dan ni’mat yang tidak terkira

Atas jiwa-jiwa yang melakukan perbaikan dan kebajikan

Cinta pada keimanan dan melindungi diri dari berbuat dosa

Lapangkan dada, yakinkan diri

Ada Allah Yang Maha Suci, tempat kembali setiap diri yang kelak pasti mati


Hai jiwa-jiwa dari makhluq pelupa nan suka berkeluh kesah

Tidak adakah datang cinta berjumpa Allah Yang Esa?

Tidak adakah datang rindu berjumpa Rasulullah di alam surga?

Tidak adakah datang pengharapan atas ampunan?

Tidak adakah kekhawatiran atas hari pertanggungjawaban?

Atau kecintaan pada keimanan?

Tidak adakah?

Maka hitunglah tiap nafas yang terhela dan tiap fikir yang terlintas

Siapkah diri untuk menyesal karena tidak dianggap pantas lantas bergelimang neraka yang jelas sangat panas?

Mari kembali kepada Allah dengan ridho dan diridhoiNya

Mengabdi sepenuh jiwa bersanding kesabaran melawan syaithon yang merajalela


Seburuk-buruknya masa lalu dan seberat-beratnya kesalahan, saya mengerti mereka tidak akan lepas dari  lembaran hidup diri ini.

Mereka datang dengan pilihan untuk masa depan dan membentuk diri jadi begini.

Semua jiwa punya pilihan..

Memohon ampunan dan memperbaiki diri, atau menyerah tak mau berlari.

Karena seburuk-buruknya hari kemarin, dia tetap harus datang demi adanya hari esok.

Tapi seburuk-buruknya hari kemarin, masih ada hari ini sebelum hari esok..

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

QS. Al-Hasyr (59): 18

…dan bertakwalah kepada Allah..


Membenci atau mengasihani

Mengutuki atau mendo’akan hidayah

Balas dendam atau memberi kebaikan

Tipis mudah terbalik, tapi bukankah itu semua pilihan hati?

Rahmat..rahmat..rahmat.. Islam itu rahmatan lil ‘alamiin..

Mewujudkan “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” di setiap tindakan memang bukan hal mudah

Belok-belok niyat dari ikhlas jadi karena keinginan dan emosi pribadi bukan hal jarang

Tapi katanya,

ini masalah bagaimana kita sering berkomunikasi dengan hati…yang sebelumnya terpastikan hanya Allah Yang Menguasai.


Kalender Hijriyah

Diri Saya

Kalenderku..

August 2019
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My post’s genre

Klik tertinggi

  • None

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 380 other followers

Me

Ini blog hasil curcolan seorang muslim mahasiswi kedokteran..

Orang2 yang nengok

  • 5,466 hits
Advertisements